Wayang Suwung

SangHyang Anwas dan SangHyang Anwar adalah putra kembar SangHyang Systa dari SangDewi Mulat tumbuh menjadi pemuda yang cakap. Mereka tumbuh baik dari segi fisik ataupun dari segi keilmuan. Walaupun mereka adalah saudara kembar, namun ketertarikan mereka berdua sangatlah berbeda, bagai dua kutub maghnet.

Dalang Suwung menceritakan Cerita Wayang di wayangsuwung.

..::Kisah Keturunan SangHyang Systa::..

SangHyang Anwas dan SangHyang Anwar. SangHyang Anwas sangat tekun beribadah kepada Gusti Pangeran Maha Agung dan memperdalam ilmu-ilmu agama. Kelak anak keturunan SangHyang Anwas banyak yang menjadi Orang-orang Suci yang menyebarkan agama Gusti Pangeran Maha Agung.

Sedangkan SangHyang Anwar sangat suka bertapa dan mendalami ilmu kanuragan. Beliau suka bertirakat di hutan, gunung, atau gua. Kelak anak keturunan SangHyang Anwar menjadi Batara-batara yang menguasai dunia langit. Dan menurunkan para Raja-raja yang berkuasa di Tanah Jawa.

Kisah SangHyang Anwas dan SangHyang Anwar.

Suatu saat, ketika SangHyang Anwar sedang melakukan tapa di Hutan Hambalah di daerah Tanah Keling. Beliau didatangi seorang Pertapa tua yang sebenarnya adalah SangHyang Ajajil yang menyamar.

Pertapa tua itu mengajari ilmu-ilmu kanuragan, ilmu kesaktian, ilmu pengobatan dan ilmu-ilmu penting lainnya. SangHyang Anwar sangat tekun mempelajari ilmu yang diajarkan oleh Pertapa tua yang notabene adalah kakek beliau.

Kesaktian SangHyang Anwar maju pesat. Beliau tidak dapat hangus dibakar api, tidak basah oleh air dan tidak luka digores cutter. Beliau juga mempunyai kemampuan olah kanuragan. Beliau dapat menghilang, terbang ke angkasa, amblas ke dalam tanah dan menyelam di dasar lautan yang terdalam sekalipun.

Melihat perubahan yang terjadi pada diri SangHyang Anwar, SangHyang Systa mengetahui bahwa perubahan drastis. Beliau mengetahui yang terjadi pada putranya itu karena ulah SangHyang Ajajil.

SangHyang Systa khawatir bila kelak dikemudian hari, SangHyang Anwar menyimpang dari ajaran Kepercayaan yang dipeluk oleh SangHyang Systa dan pendahulunya. SangHyang Systa lalu mengutus SangHyang Anwas, yang ilmu agamanya lebih tinggi, menasehati adik kembarnya untuk kembali ke jalan ajaran kepercayaan yang mereka anut selama ini.

Nasehat SangHyang Anwas kepada SangHyang Anwar.

SangHyang Anwas mendatangi SangHyang Anwar yang baru saja kembali dari ekpedisinya mencari ilmu kesaktian.

“Piye kabarmu War? Tambah gagah aja lu sekarang.” Sapa SangHyang Anwas kepada SangHyang Anwar yang baru saja keluar dari kamar mandi.

SangHyang Anwar tersenyum kepada kakak kembarnya dan menuju kulkas dan mengambil minuman ringan. SangHyang Anwar yang masih mengenakan haduk utuk menutupi daerah pinggang sampai lutut, langsung duduk santai di samping SangHyang Anwas di sofa ruang keluarga.

“Apik Was.” Jawab SangHyang Anwar sambil meneguk minuman ringan langsung dari botolnya. “wuiiih seger bener nie minuman. udah lama gw ndak minum minuman manis kayak gini. Kelamaaan tinggal di hutan, gw biasa minum embun atau minum dari mata air langsung.”

“Tapi ya wortedlah dengan hasil yang gw dapet Was. Lu liat nie badan gw sekarang, biseb n triseb gw gede’kan? n liat perut gw yang jadi sixpack gini.” Lanjut SangHyang Anwar sambil memamerkan otot-ototnya persis seperti Agung Herkules sedang meyanyi di atas panggung.

SangHyang Anwas melirik ke adik kembarnya dengan kecut.

“Oh iya War, buat apasih elu cari ilmu kanuragan dan kesaktian segala?” kata SangHyang Anwas. “Kalo menurut gw, ilmu agama yang diturunkan oleh Opa kita SangHyang Adhama itu adalah ilmu yang paling bener n harus diikuti tanpa keraguan sedikitpun.”

“Kitab yang diturunkan oleh Opa Adhama adalah kitab satu-satunya dan only one. Kitab yang bisa memberi petunjuk buat ngejalani kehidupan kita. Kitab itu berasal dari ajaran Gusti Pangeran Maha Agung yang diturunkan kepada Opa Adhama melalui Malaikat Jibril. So ,mencari ilmu dengan cara-cara lu itu, bisa bikin lu tersesat n menyimpang dari ajaran agama Opa Adhama. Perbuatan lu itu Cuma sia-sibe aja.” Tambah SangHyang Anwas.

“Wah salah lu was!” kata SangHyang Anwar sambil melemparkan tubuhnya duduk bersebelahan dengan SangHyang Anwas di sofa. “Ilmu Gusti Pangeran Maha Agung itu sangat luas dan ndak terbatas. Mustahil ditampung hanya dengan kitab aja. Kalo mau mempelajari ilmu kehidupan, kita musti belajar pula dari alam. Gimana cara alam bekerja dengan hukum timbal balik dan hukum sebab akibat yang berjalan sesuai ketentuan Gusti Pangeran Maha Agung.”

SangHyang Anwas dan SangHyang Anwar berdebat.

“Gw kecewa, sedikit kecewa sama ajaran Opa kita Was.” lanjut SangHyang Anwar. “Kenapa di ajarannya, bangsa kita ini koq bisa mati? Kenapa kita ndak sama dengan bangsa Malaikat yang ndak bisa mati? Menurut gw, Gusti Pangeran Maha Agung ndak memberikan Ilmu agamanya kepada Opa kita secara komplit. Gw yakin ada beberapa ilmu yang disembunyikan Was. Makanya, kita perlu mencari sendiri ilmu-ilmu yang ndak diajarkan oleh kitab Opa Adhama.”

“Memang bangsa kita itu berbeda dengan bangsa malaikat War.” Kata SangHyang Anwar. “Kita ini terbuat dari saripati tanah, dan akan kembali ke tanah.”

“Alaaah..alasan yang dihubung-hubungkan itu mah!” Sanggah SangHyang Anwar. “Gw tetep berpendapat, kalo kita mau berusaha mencari ilmu dengan keras. Kita bisa koq dapat ilmu yang bisa bikin kita hidup abadi seperti para Malaikat itu.”

Perdebatan kedua kakak beradik kembar itu cukup alot dan memanas. Masing-masing pihak tetap pada pendiriannya hingga tidak menghasilkan kata sepakat. SangHyang Anwas lalu kembali pulang ke rumahnya dengan perasaan kesal.

Kisah SangHyang Anwas dan SangHyang Anwar: SangHyang Anwar

pergi dari Kahyangan

Berhari-hari SangHyang Anwar terus memikirkan perdebatannya dengan kakak kembarnya. Sebenarnya hati kecil SangHyang Anwar membenarkan perkataan kakak kembarnya itu. Ada jiwa membangkang yang diturunkan dari benih SangDewi Dalajah, Putri SangHyang Ajajil. SangHyang Anwar membulatkan tekad untuk membuktikan ucapannya itu. SangHyang Anwar kemudian memutuskan untuk berkelana mencari ilmu yang dapat membuat manusia hidup abadi.

Kepergian SangHyang Anwar untuk mencari ilmu tersebut diketahui oleh SangHyang Systa. Beliaupun mengutus SangHyang Anwas untuk menghalangi niat adik kembarnya karena sudah dianggap menyimpang dari ajaran Agama Leluhur.

Pertarungan SangHyang Anwas dan SangHyang Anwar.

Di suatu tempat pinggir hutan, SangHyang Anwas berhasil menyusul SangHyang Anwar. Motor SangHyang Anwas kapasitas mesinnya yang 750cc jauh lebih besar dari kapasitas mesin motor SangHyang Anwar yang cuma 250cc.

Merekapun kembali terlibat perdebatan yang tak berujung. SangHyang Anwas akhirnya harus menggunakan cara kekerasan untuk menghentikan niat SangHyang Anwar tersebut.

Terjadilah perang tanding antara saudara kembar itu. Memang ilmu kanuragan SangHyang Anwar lebih tinggi dari SangHyang Anwas. SangHyang Anwas hanya menjadi main-mainan oleh SangHyang Anwar. SangHyang Anwar dapat meloloskan diri dengan mudah dari sang kakak. Walau sebenarnya bila beliau mau, beliau dapat mengalahkan kakaknya dengan sangat mudah.

SangHyang Anwar lalu melarikan diri ke dalam lebatnya hutan. sedangkan SangHyang Answas kembali ke Kahyangan menghadap SangHyang Systa. Dengan perasaan sangat sedih dan malu karena tidak bisa memenuhi titah ayah beliau.

SangHyang Anwas bersumpah di hadapan SangHyang Systa, bila kelak anak keturunannya dapat mengalahkan dan menyadarkan keturunan adik kembarnya itu.

Kisah selanjutnya menceritakan SangHyang Anwar mendapatkan air abadi dengan bantuan SangHyang Ajajil.

..::SangHyang Anwar mencari Ilmu Keabadian::..

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *