Wayang Suwung

Semarak persiapan pelantikan Pangeran Rama yang akan naik tahta menggantikan Prabu Dasarata untuk menjadi Raja Kerajaan Kosala. Semua Penghuni Keraton Ayodya dan seluruh Rakyat Kerajaan Kosala menyambut gembira. Semua keperluan pacara sedang dipersiapkan dengan matang oleh para punggawa kerajaan. Namun, Pangeran Rama Gagal Jadi Raja.

Beberapa hari ini raut wajah Dewi Kekayi tampak murung, beliau tidak bersemangat seperti hari-hari sebelumnya. Dewi Kekayi galau akibat hasutan Dayang pribadinya yang juga teman bermain saat beliau kecil yang bernama Dayang Mantara.

Kisahnya Ada di ..::Dayang Mantara sang Lidah Api::..

Sesungguhnya, Dewi Kekayi tidak terhasud, namun Batu cadas saja bisa berlubang oleh tetesan air, bila terus-menerus diteteskan. Begitu pula Keyakinan Dewi Kekayi berangsur-angsur pudar. Dayang Mantara melancarkan hasutannya hampir setiap saat ketika ada waktu berdua dengan sang Dewi.

Dalang Suwung melaporan kejadiannya langsung dari TKP untuk Cerita Wayang. Jangan kemana-mana, tetap di TKP.

Kisah Pangeran Rama Gagal Jadi Raja : Tuntutan Dewi Kekayi

Satu minggu sebelum acara penobatan Pangeran Rama menjadi Raja Kerajaan Kosala diselenggarakan. Pihak panitia penyelenggara mengadakan acara gladi resik acara penobatan. Seluruh anggota keluarga Kerajaan Kosala beserta para penjabat kerajaan berkumpul di Pendopo Keraton.

Namun tidak semua anggota keluarga Kerajaan hadir di pendopo keraton Ayodya. Pangeran Barata dan Pangeran Satrugna sedang pergi ke Kerajaan Kekaya, Negri tempat paman sang Pangeran. Pangeran pergi untuk menghantarkan undangan acara penobatan Raja Ayodya yang baru. Sebenarnya Pangeran Barata ingin mengirimkan undangan lewat Broadcast aplikasi chating. Namun dilarang oleh Prabu Dasarata karena menurut sang Prabu. Menurut beliau, mengirim undangan acara yang sangat sakral itu tidak pantas dan tidak sopan bila lewat Broadcast chating.

Atas desakan Dayang Mantara, Dewi Kekayi memberanikan diri untuk memohon kepada Prabu Dasarata. Sesuai anugrah yang dijanjikan sang Prabu kepada Beliau dahulu. Saat Dewi Kekayi menyelamatkan sang Prabu dari terkaman binatang buas.

Dengan perasaan yang sedih, Dewi Kekayi mengajukan 2 permintaan dari 3 permintaan yang tidak akan ditolak oleh semua anggota keluarga kerajaan.

Permintaan Dewi Kekayi itu adalah:

  1. Melantik Pangeran Barata sebagai Raja menggantikan Pangeran Rama.
  2. Meminta Pangeran Rama agar diasingkan ke Hutan selama 14 tahun. Dan melarang Pangeran Rama kembali ke Kerajaan Kosala dengan alasan apapun yang terjadi. Selama pengasingannya, Pangeran Rama tidak boleh menggunakan fasilitas Kerajaan. Beliau hanya boleh mengenakan pakaian dan peralatan yang biasa digunakan oleh Rakyat biasa.

Gemparlah seisi Keraton Ayodya. Mereka tidak menyangka bila Dewi Kekayi sampai tega mengajukan permintaan yang tak tertolak. Karena selama ini seluruh rakyat Kerajaan Kosala mengetahui bahwa Dewi Kekayi adalah seorang ibu yang bijaksana. Beliau menyayangi putra-putranya dan tidak membedakan putra kandungnya sendiri ataupun putra tiri yang lahir dari Dewi Sukasalya dan Dewi Sumitra. Pangeran Rama Gagal Jadi Raja.

Prabu Dasarata Murka.

Prabu Dasarata sangat murka mendengar permohonan Permaisuri ke-3nya itu. Beliau menghunuskan keris pusakanya akan membunuh Dewi Kekayi. Dewi Kekayi tak berkutik dan pasrah melihat kemurkaan Prabu Dasarta. Beliau sesungguhnya memang tidak berniat untuk meminta Pangeran Barata menjadi Raja, apalagi sampai mengusir Pangeran Rama.

Namun saat Prabu Dasarata akan mehunuskan keris belia ke tubuh Dewi Kekayi. Prabu Dasarata dihalangi oleh Dewi Sukasalya dan Dewi Sumitra serta Pangeran Rama. Dewi Sukasalya dan Dewi Sumitra mengingatkan Prabu Dasarata akan Sumpahnya yang tidak akan menolak 3 permintaan Dewi Kekayi.

“Duh Yayang Prabu Dasarata,” kata Dewi Sukasalya.

“bila Yayang Prabu ingin membunuh adik Kekayi dan mengingkari Sumpah Yayang sendiri, maka bunuhlah Non juga Yayang Prabu.”

“Begitu juga dengan Non,” timpal Dewi Sumitra.

“Bila Yayang membunuh Adik Kekayi dan Kakak Sukasalya, maka bunuhlah Non juga Yayang. Karena kami bertiga ini sudah satu paket.”

“Begitu juga dengan Rama,” Pangeran Rama angkat bicara.

“Bila Romo Prabu membunuh ketiga ibu Rama, Rama juga meminta Romo Prabu membunuh Rama juga. Karena Rama tidak sanggup hidup lagi bila ketiga ibu Rama mati.”

“Begitu juga dengan Laksmana,” Pangeran Laksmana angkat bicara.

“Bila Romo Prabu membunuh kakang Rama, Laksmana juga meminta Romo Prabu membunuh Laksmana juga. Karena Laksmana tidak sanggup hidup lagi bila kakang Rama mati.”

“Begitu juga dengan Hamba,” kata Patih Kerajaan.

“Begitu juga dengan Hamba,” kata para Mentri Kerajaan.

“Begitu juga dengan Hamba,” kata para Punggawa Kerajaan.

“Begitu juga dengan Hamba,” kata tukang catering.

“Begitu juga dengan Hamba,” kata tukang kembang.

“Begitu juga dengan Hamba,” kata tukang cangcimen.

“SUDAH CUKUUUP..!” teriak Prabu Dasarata setres. “Kalo kalian semua minta aku bunuh, trus wayang swung ini siapa yang main, mosok aku doang yang main?” Pangeran Rama Gagal Jadi Raja.

Pangeran Rama Gagal jadi Raja

Prabu Dasarata sangat sedih, namun sebagai Kesatria dan sebagai Raja, beliau tidak mungkin mengingkari sumpahnya sendiri. Pantang hukumnya bila seorang Kesatria, apalagi sebagi Raja panutan seluruh rakyat, menjilat ludahnya sendiri apalagi bila meludahnya di comberan.

Dengan berat hati, Prabu Dasarata mengabulkan kedua permohonan Dewi Kekayi. Pangeran Rama tidak jadi dilantik menjadi Raja Kerajaan Kosala menggantikan beliau dan mengasingkan Pangeran Rama ke hutan.

Sabda Raja sudah terucap, Titah Sang Prabu telah diturunkan dan keputusan sudah ditanda-tangani di atas surat bersegel Kerajaan di hadapan notaris. Done..Pangeran Rama Gagal Jadi Raja, dan diasingkan ke Hutan selama 14 tahun.

Acara upacara penobatan Pangeran Rama menjadi Raja yang telah dipersiapkan oleh ketiga Permaisuri Keraton Ayodya itu dialihkan menjadi upacara penobatan Pangeran Barata. Karena Pangeran Satrugna dan Pangeran Barata sedang pergi ke Kerajaan Kekaya, maka upacara itu ditunda sampai Pangeran Barata datang kembali ke Keraton Ayodya.

Pangeran Laksmana kemudian meng’BBM Pangeran Satrugna dan Pangeran Barata dengan WA. Beliau menyuruh kedua Pangeran itu agar lekas kembali ke Keraton Ayodya karena ada kejadian yang sangat penting dan tidak diharapkan. Karena kedua Pangeran tidak berhasil mendapatkan tiket pesawat, maka mereka menggunakan jalur darat yang memakan waktu lebih lama.

Pangeran Rama menerima permintaan Dewi Kekayi, ibu tiri yang beliau sayangi seperti beliau menyayangi Dewi sukasalya ibu kandungnya sendiri. Keputusan yang telah diputuskan oleh Prabu Dasarata dengan iklas dan lapang dada. Pangeran Rama Gagal Jadi Raja.

Pangeran Rama tidak ada perasaan marah atau dendam dengan Dewi Kekayi. Belia lalu bersiap-siap untuk meng’packing keperluan pembuangannya di dalam hutan selama 14 tahun.

Bagai mana kisah Pangeran Rama menjalani pembuangannya? Bagai mana pula sikap Dewi Sinta? Bagai mana pula Pangeran Laksmana, Pangeran Satrugna dan Pangeran Barata menyikapi kejadian itu?

..::Kisahnya Belum Ada Di Sini::..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *