Wayang Suwung

Kisah Legenda Joko Linglung Putra Prabu Aji Soko dimulai dengan Kisah sebelumnya. Kisah sebelumnya menceritakan Prabu Aji Soko yang sedang blusukan tertimpa kutukan dari seekor Ular Sakti. Prabu Aji Soko melanjutkan perjalanan sampai di Dusun Dadapan Desa Sangkeh. Beliau menginap di rumah janda tua yang bernama Nyai Khasiyan. Di Dusun itu, Prabu Aji Soko meneteskan spermanya setelah melihat para remaja putri sedang menumbuk padi.

 

Sperma itu lalu lalu dipatuk ayam jantan sang Nyai Khasiyan sehingga ayam jantan itu bertelur. Telur yang berasal dari sperma Prabu Aji Soko kemudian dirawat oleh Nyai Khasiyan hingga menetas menjadi Ular Putih. Nyai Khasiyan memberi nama ular putih itu dengan nama ‘Joko Linglung’

Artikelnya ada di ..::Kisah Legenda Prabu Aji Soko dan Putranya::..

Joko Linglung itu meminta tolong Nyai Khasiyan agar diantarkan ke Keraton Medang Kamulan. Beliau ingin menutut diakui sebagai anak Prabu Aji Soko. Nyai Khasiyan mengutus pegawainya yang bernama Wardoyo untuk mengantar Joko Linglung ke Keraton Medang Kamulan menemui Prabu Aji Soko.

Dalang Suwung mencoba menceritakan Cerita Wayang Kisah Legenda Joko Linglung.

Legenda Joko Linglung Putra Prabu Aji Soko: Joko Linglung Nggugat.

Singkat cerita, Joko Linglung bersama Wardoyo, pegawai Nyai Khasiyan, sampai ke Keraton Medang Kamulan. Mereka menghadap Prabu Aji Soko yang ditemui di Pendopo Agung. Joko Linglung memohon kepada Prabu Aji Soko untuk diakui anak.

Mendengar permintaan Joko Linglung, Prabu Aji Soko murka, beliau merasa terhina.

“Asemtenanik..!” bentak Prabu Aji Soko kepada Joko Linglung.

“Siapa You berani-beraninya minta diaku anak sama aku? Aku belum menikah yo Bro, mosok mau punya anak!”

“Aku ini Raja Besar yang gagah perkasa! Mana mungkin memiliki anak dengan wujud seekor ular!” Tambah Prabu Aji Soko.

Prabu Aji Soko memerintahkan pengawalnya untuk menangkap dan menghukum mati Joko Linglung. Hukuman yang tanpa melalui penyelidikan dan pengadilan terlebih dahulu. Patih Kerajaan Medang Kamulan segera mencabut Keris Pusakanya, dan siap memenggal kepala Joko Linglung.

Saat Maha Patih akan menebas kepala Joko Linglung, tiba-tiba hp Prabu Aji Soko berbunyi. Ternyata Prabu Aji Soko mendapat pesan WA dari Batara Narodo, Maha Patih Kahyangan. Dalam pesan WA’nya, Batara Narodo mengatakan bahwa apa yang dikatakan Joko Linglung itu adalah benar.

Joko Linglung adalah benar-benar anak biologis dari Prabu Aji Soko. Terjadi karena sperma sang Prabu jatuh ke tanah. Karena sang Prabu tak kuat menahan syahwat saat melihat para remaja putri menumbuk padi.

“Stoooop..!” kata Prabu Aji Soko.

“Tunggu dulu Patihku yang setia, jangan You eksekusi dulu Ular putih itu.”

Kisah Legenda Joko Linglung: Kebimbangan Prabu Aji Soko.

Prabu Aji Soko Bimbang. Di satu sisi, beliau menyadari kejadian yang terjadi di Dusun Dadapan yang memalukan itu. Beliau juga teringat akan kutukan Ular Sakti yang tapanya beliau ganggu. Kemdian mengutuknya akan memiliki seorang anak yang berwujud seekor Ular Putih.

Namun, di sisi lain, Prabu Aji Soko gengsi mengakui JokoLinglung adalah anaknya. Status Prabu Aji Soko saat itu adalah masih Jomblo. Apa kata dunia bila Prabu Aji Soko mempunyai anak karena sang Prabu melakukan swalayan.

“Raja koq swalayan, memang ndak bisa bayar balaulan apa ya.”

Kira-kira begitu yang dipikirkan orang-orang.

“Oh begini saja.” Batin Prabu Aji Soko.

“untungnya, Batara Narodo ngirim WA pake pesan teks. So jadi semua orang di sini ndak tau isi WA itu. Coba kalo kalo Batara Narodo kirim WA pake pesan suara, pasti semua dengerin. Nah Aku kasih syarat yang berat aja si Joko Linglung ini biar tidak ngoceh-ngoceh ke infotaiment. Aha..! Aku punya edi..eh ide..”

Kisah Legenda Joko Linglung: Syarat Prabu Aji Soko.

“Wahai Ular Putih yang bernama Joko Linglung!” Sabda Prabu Aji Soko.

“kalo You mau aku akui sebagai anak oleh Ai. You musti nunjukin kesaktian You dulu. Ai adalah Raja Besar yang memiliki kesaktian yang tiada tara. Ditakuti oleh musuh-musuhku dan dihormati kawan-kawan Ai. Bagai mana Ai bisa memiliki seorang anak yang tidak sakti. Piye jal perasaan You kalo You jadi Ai?”

“Untuk menguji You punya kesaktian. Ai perintahkan You membunuh Prabu Dewoto Cengkar. Beliau sekarang telah berubah wujud jadi seekor siluman Buaya Putih yang berada di Segoro Kidul (Laut Selatan). Beliau sekarang bernama Senopati Bajul Puteh.” Tambah Prabu Aji Soko.

“Kalo You berhasil membunuh Senopati Bajul Puteh, Aiu ndak akan mengingkari lagi bahwa You adalah benar-benar anak Ai. Bahkan, You boleh tinggal dan menetap di dalam Keraton ini.”

Mendengar titah Prabu Aji Soko, Joko Linglung menyanggupi syarat tersebut. Joko Linglung yang polos tidak mengetahui niat dibalik syarat Prabu Aji Soko. Kemudian Joko Linglung meminta Wardoyo untuk mengantarkannya menuju pantai selatan.

Kisah selanjutnya menceritakan tentang Joko Linglung membinasakan Senopati Bajul Puteh penjelmaan dari Prabu Dewoto Cengkar.

Kisahnya Ada Di..::Kisah Legenda Joko Linglung Membunuh Dewoto Cengkar::..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *