Wayang Suwung

SangDewi Dalajah menyamar menjadi SangDewi Mulat. Beliau hidup di keraton kahyangan. Dia mengemban tugas dari SangHyang Ajajil, ayahnya, untuk mengandung anak dari SangHyang Systa. Agar keturunan SangHyang Ajajil menjadi keturunan SangHyang Systa. Sedangkan SangDewi Mulat asli telah disirep dan disembunyikan di Dunia Awang-awang oleh SangHyang Ajajil.

Seperti diceritakan pada artikel cerita wayang sebelumnya, tentang SangDewi Dalajah yang menyamar menjadi SandDewi Mulat. Silahkan membaca di artikel ..::SangDewi Mulat Jadi Dua::..

Misi SangHyang Ajajil menurunkan keturunannya kepada keturunan SangHyang Systa.

Selang beberapa bulan SangDewi Mulat palsu tinggal dan ‘ihik’ dengan SangHyang Systa. Tak lama kemudian SangDewi Dalajah menampakkan tanda-tanda kehamilannya. SangHyang Ajajil Gumbira Ria mendengar Putrinya, SangDewi Dalajah, berbadan dua dengan sponsor utama SangHyang Systa.

Beliau bergegas ke Keraton Kahyangan untuk menjemput Putrinya, SangDewi Dalajah. SangDewi Dalajah diganti lagi dengan SangDewi Mulat asli. SangDewi Mulat asli yang telah dikembalikan dan disadarkan dari kepingsannan panjangnya. SangHyang Systa beserta para penghuni Keraton Kahyangan tidak curiga sedikitpu. Mereka melanjutkan kehidupan kesehariannya seperti biasa saja.

Tak lama berselang, SangDewi Mulat aslipun mengandung anak dari hasil ngecas bareng SangHyang Systa. Mereka merayakan kehamilan SangDewi Mulat asli ini dengan mengadakan festival wayangan, dengan mengundang Dalang Suwung sebagai pewayangnya.

Kelahiran Keturunan SangHyang Systa

Setelah menunggu beberapa bulan, akhirnya pada pagi yang cerah, SangDewi Mulat melahirkan sosok kembar. Namun sosok itu, yang satu berwujud bayi laki-laki, sedangkan sosok satunya berwujud cahaya.

Pada sore harinya, saat malam hampir tiba, SangDewi Dalajah, juga melahirkan. Beliau melahirkan segumpal darah yang berdenyut dan memancarkan cahaya bening laksana embun pagi. SangHyang Ajajil kaget melihat cucunya lahir tidak berupa jabang bayi.

Tak kurang akal, SangHyang Ajajil yang mendengar SangHyang Systa memiliki anak kembar dari SangDewi Mulat. Namun salah satunya berwjud cahaya. SangHyang Ajajil berencana untuk menyatukan cucunya dengan keturunan SangHyang Systa yang berwujud cahaya itu. SangHyang Ajajil kemudian membawa segumpal darah itu ke Kahyangan tempat tinggal SangHyang Systa.

Menyatunya keturunan SangHyang Ajajil dengan keturunan SangHyang Systa.

Malam itu juga SangHyang Ajajil menyelinap kedalam Kahyangan. Saat itu kegelapan malam begitu pekat, mendung menutupi Kahyangan. SangHyang Ajajil diam-diam masuk ke dalam kamar yang dihuni oleh kedua anak SangHyang Systa. Didekatinya jabang bayi yang berwujud anak laki-laki dan mempersatukan bayi itu dengan segumpal darah perwujutan ‘cucunya’. Namun, kedua sosok tersebut tidak dapat bersatu.

Kemudian SangHyang Ajajil mencoba mempersatukan gumpalan darah itu dengan sosok yang berwujud cahaya.

Eng ing eng…ternyata dengan ajaib, kedua sosok itu dapat melebur jadi satu menjadi sosok bayi laki-laki yang tampan dan diliputi cahaya. SangHyang Ajajil sangat gumbira ria dengan hasil karyanya. Kemudian SangHyang Ajajil segera meninggalkan Kahyangan dan kembali ke Kerajaannya yang gelap, sunyi, dan dingin.

Keesokan harinya, SangDewi Mulat dan SangHyang Systa menemukan seorang anaknya yang kemarin masih berwujud cahaya, pagi ini telah berubah menjadi anak laki-laki. Kemudian SangDewi Mulat dan SangHyang Systa segera selfie bersama kedua anak kembarnya dan mengupload ke media sosial. Kabarpun cepat tersiar di Dunia Kahyangan berkat bantuan medsos. Ribuan like dan ribuan komentar yang mengucapkan selamat, memenuhi postingan kedua penguasa Kahnyangan itu. Bahkan postingan tersebut banyak dishare oleh nitizen.

SangHyang Systa dan SangDewi Mulat dipenuhi rasa gumbira ria karena postingannya menjadi viral di medsos. SangHyang Systa memberi nama kepada anak sulungnya yang terlahir berwujud bayi itu dengan nama SangHyang Anwas. Sedangkan anak bungsunya yang terlahir berwujud cahaya diberi nama SangHyang Anwar.

Keturunan SangHyang Systa yang idih sekali.

Keturunan SangHyang Systa yang bernama SangHyang Anwas dan SangHyang Anwar tumbuh menjadi pemuda yang cakap. Mereka tumbuh baik dari segi fisik ataupun dari segi keilmuan. Walaupun mereka adalah saudara kembar, namun ketertarikan mereka berdua sangatlah berbeda, bagai dua kutub maghnet.

SangHyang Anwas sangat tekun beribadah kepada Gusti Pangeran Maha Agung dan memperdalam ilmu-ilmu agama. Kelak anak keturunan SangHyang Anwas banyak yang menjadi Orang-orang Suci yang menyebarkan agama Gusti Pangeran Maha Agung.

Sedangkan SangHyang Anwar sangat suka bertapa dan mendalami ilmu kanuragan, beliau suka bertirakat di hutan, gunung, atau gua. Kelak anak keturunan SangHyang Anwar menjadi Batara-batara yang menguasai dunia langit dan menurunkan para Raja-raja yang berkuasa di Tanah Jawa.

Bagai mana kehidupan SangHyang Anwas dan SangHyang Anwar saat mudanya? Apa penyebab hingga kedua SangHyang itu beradu kesaktian?

..::SangHyang Anwas dan SangHyang Anwar Putra Kembar SangHyang Systa::..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *