Wayang Suwung

Bagong Keranjingan Om Telolet Om

Bagong sedang dilanda kesenangan yang tiada tara. Belakangan ini dia sering nongkrong di pinggir jalan raya. Setiap ada bus yang melintas, dia mengacungkan jempolnya ke supir bus Om Telolet Om dengan suara sembernya itu. Wayang Suwung pun mengamatinya.

Kelakuan Bagong tak luput dari pengamatan kakanya, Petruk. Petruk bingung dengan fenomena yang terjadi di Negara Astinapura ini. Belakangan ini Negara Astinapura sedang menjadi pembicaraan di semua lini masa media social. Negara Astinapura menjadi terkenal. Bukan karena prestasinya tapi karena hastag Om TeloleT Om.

“Apa lagi fenomena ini” Kata Petruk.

“Apa kamu itu ndak punya kerjaan lain tho Gong? Setiap hari cuma ngerekamin bunyi klakson berisik itu.”

“Lha ngopo tho kang? Apa kegiatan ku ini ngeganggu kamu apa?” Jawab Bagong.

“Ya ndak sih gong. Tapi mbok ya cari kegiatan yang lebih bermanfaat lah.” Kata Petruk.

“Lha ini bermanfaat koq bagi ku!” Kata Bagong, seperti biasanya, ngeyel.

“Biar saja tho Truk.” Kata Gareng yang biasa bijak.

“Biar saja Bagong menikmati kebahagiannya yang sederhan itu.”

Asal-usul Om Telolet Om

Belakangan ini Negara Astinapura memang sedang menjadi pembicaraan di semua lini masa media social. Negara Astinapura menjadi terkenal. Bukan karena prestasinya tapi karena hastag Om TeloleT Om.

“Sebenarnya ya Truk.” Kata Gareng.

“Telolet itu sudah ada dari beberapa tahun yang lalu. Kebanyakan para Supir Truk atau bus di daerah terpencil memasang klakson jenis telolet ini. Mereka sengaja memasangnya untuk menghalau hewan ternak dari jalan.”

Om Telolet Om

Telolet di India dan beberapa negara di afrika serta timur tengah

“Mosok sih kang? Tapi kenapa koq sekarang pada heboh begitu kang Garen?” Tanya Petruk.

“Sebenarnya apa yang dilakukan oleh Bagong itu sudah dilakukan oleh anak-anak di daerah Pantura Truk. Setiap sore, mereka nongkrong menunggu bis lewat dan mengacungi jempol kepada supirnya dan berteriak ‘Om Telolet Om’. Bila sang supir membunyikan klaksonnya, mereka berjoget dengan gembira.” Jelas Gareng.

“Kegiatan itu sebenarnya hanya mengisi waktu luang sore hari menunggu waktu sholat mahgrib” Tambah Nolo Gareng.

Om Telolet Om yang menjadi Viral di dunia.

Memang aktifitas “Om Telolet Om” ini sudah ada sejak beberapa tahun yang lalu. Namun baru beberapa hari ini menjadi viral di Dunia Maya.

“Lha kenapa koq baru beberapa hari ini rame sekali trendnya tho kang?” Tanya Petruk.

“Wah. Kang Petruk ini memang ndak gaul. Udah beberapa bulan ini juga rame kang.” Kata Bagong.

“Lha dulu yang namanya smart phone kan belum menjamur tho Truk. Hanya anak-anak kota yang kaya saja yang punya. Sekarang, anak angon kambing saja udah punya smart phone.” Jawab Gareng.

“Bener kui kang. Contohnya aku ini, yang notabene anak pamong aja udah punya smart phone. Padahal dulu aku cuma bisa ngintip dan mupeng saja bila Pangeran Abimanyu main smart phonenya.” Kata Bagong.

“Ah, apa hubungannya smart phone sama viralnya Om Telolet Om?” Tanya Petruk lagi.

“Nah dengan merebaknya smart phone, anak-anak itu mulai merekam kegiatan isengnya. Mereka lalu mengunggahnya ke jejaring social. Namun karena banyak yang mengunggah, maka jadi viral.” Jawab Gareng.

“Kemudian disusul oleh kicauan para bintang sepak bola di Negara tetangga yang menanyakan tentang Om Telolet Om itu. Nah, inilah yang membuat Om Telolet OM terkenal.” Tambah Gareng.

Segi positif Om Telolet Om.

‘Om telolet om’ adalah sebuah teriakan yang biasa diucapkan oleh anak-anak di pinggir jalan ketika sebuah bus melintas dengan harapan sopir akan membunyikan klakson yang unik. “Telolet telolet,” begitu bunyinya.

Ini mendadak jadi populer Selasa (20/12) malam setelah berbagai DJ terkenal mencuitkannya. Tapi sebelum itu, video-video lucu memperlihatkan orang-orang dewasa meminta ‘telolet’ ke supir bus. Tampaknya ada tren ‘telolet challenge’ dan ‘demam telolet’ yang sudah beberapa pekan menggerilya dari satu akun ke akun lain.

Dalam video-video yang memancing tawa itu, terlihat ekspresi kegembiraan tersendiri ketika Anda berhasil meminta supir membunyikan klakson dengan lambaian tangan dan teriakan, “Om telolet ommmmmm!” beramai-ramai.  (dari: BBC.com/Indonesia)

Banyak yang menganggap perbuatan itu sia-sia dan tidak ada manfaatnya, seperti yang dikatakan oleh Petruk Kantong Bolong itu. Bahkan banyak ruginya daripada manfaatnya.

Om Telolet Om

Kelakuan orang mengejar Om Telolet Om

Namun, berfikirlah seperti Nolo Gareng yang selalu melihat sesuatu dengan pandangan positif.

Setidaknya, Om Telolet Om ini dapat membahagiakan masyakat kelas bawah. Masyarakat yang standart kebahagiannya tidak tinggi. Mereka tidak perlu handphone yang ada gambar buah keroaknya. Mereka tidak butuh hellycopter yang pakai remot. Mereka tidak butuh kartu gesek buat main video game. Mereka hanya butuh direspon oleh para supir bis saja.

Bahagia mereka sederhana. Namun semenjak Om Telolet Om menjadi viral, kebahagian mereka terkikis. Sekarang jatah mereka untuk mendengarkan dan berjoget mengikuti suara klakson telolet itu sudah digantikan oleh kakak-kakak mereka. Bukan hanya para remaja, bahkan orang-orang tua sekarang sudah mulai ikut berburu Om Telolet Om. Bahkan sampai membuat macet jalanan dengan menghadang laju bus.

Para supir bis yang biasanya dengan senang hati merespon kode mereka sekarang sudah jarang merespon. Mungkin kereka sudah bosan, atau sudah terlalu capek menekan tombol klaksonnya.

Bahkan, seorang Pejabat Keraton yang mengurusi tentang Perhubungan sampai-sampai sidak segala. Oalah pak..pak..Tega-teganya kalian merenggut kebahagiaan wong cilik tho pak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *